Bahaya Menkunsumsi Siput Sawah

 



Bahaya konsumsi keong sawah

 Sayangnya, konsumsi keong sawah bukan berarti tanpa bahaya, lho. Ada cukup banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi keong sawah. Mengolah atau mengonsumsi keong sawah dengan asal justru akan membuat keong sawah berisiko menyebabkan keracunan makanan, karena: 

1. Risiko adanya parasit dan cacing 

Keong sawah memiliki habitat berlumpur sehingga risiko adanya parasit atau cacing yang menempel pada keong sawah cukup besar. 

2. Terpapar pestisida 

Keong sawah berada pada lingkungan sawah tanaman padi, sehingga risiko paparan terhadap pestisida juga cukup tinggi. Kedua kandungan tersebut yang menyebabkan pengolahan keong sawah harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Belum lagi, risiko dari penggunaan air yang kurang bersih akan meningkatkan kemungkinan adanya paparan bakteri E. Coli pada olahan berbahan dasar keong sawah. Metode dan lama pemasakan yang kurang tepat dan suhu panas yang tidak sesuai juga akan meningkatkan risiko masih adanya parasit, cacing dan bakteri E. Coli pada olahan keong sawah. Kombinasi hal di atas yang membuat keong sawah berpotensi menimbulkan racun saat dikonsumsi, sehingga sebelum mengonsumsi keong sawah kita harus cermat dalam mengolah dan saat akan mengonsumsinya. 

Tips sehat sebelum mengonsumsi keong sawah 

Beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum mengonsumsi keong sawah adalah: 

1. Pastikan memilih dan membersihkan keong dengan tepat

Jika Anda akan mengolah sendiri keong sawah, pastikan keong sawah melalui proses pencucian yang baik dan benar. Rendam selama dua jam, cuci dengan air bersih mengalir sembari menyikatnya. Sebelum itu, pastikan Anda memilih keong dalam keadaan segar, tidak berlendir dan berbau busuk. 

2. Rebus sebelum mengolah keong sawah 

Setelah mencucinya, Anda dianjurkan merebusnya dalam air mendidih agar paparan parasit, bakteri dan pestisidanya hilang. Setelah merebusnya, Anda bisa melanjutkan ke metode masak selanjutnya misalnya merebus kembali dengan bumbu kuah, memanggang atau menumisnya. 

3. Perhatikan tampilan fisik keong sawah sebelum mengonsumsinya

 Sebelum mengonsumsinya, baik setelah Anda mengolah sendiri maupun membelinya, pastikan tampilan keong tidak berlendir, berbau atau menjadi lengket tidak wajar saat dikonsumsi. Hal ini penting karena keong bisa jadi berubah tekstur dipengaruhi lama waktu pemasakan, suhu atau kontaminasi dengan bahan lain. Hindari konsumsi keong sawah yang sudah nampak tidak berkualitas, ya. Dengan memerhatikan tips di atas, Anda bisa tetap mengonsumsi keong sawah sebagai alternatif sumber protein dengan cara yang tepat untuk menekan risiko keracunan keong sawah.


Baca lebih lanjut di DokterSehat: Kota Bogor KLB Keracunan Keong Sawah! Seberapa Bahaya Keong Sawah jika Dikonsumsi? | https://doktersehat.com/keracunan-keong-sawah-bahaya/

Komentar